Susahnya Putus Cinta

Temen gw baru saja putus dari pacar yang sudah dipacari nya selama hampir 5 tahun. Selama itu juga dia nggak pernah tengok kiri-kanan, apalagi selingkuh dari pacarnya itu.
Sebaliknya, si pacar ternyata sudah seringkali selingkuh di belakang temen gw ini.
“Goblok banget sih gw…” katanya sambil megang kepalanya dengan kedua tangan sambil nangis.
Gw pengin sih membenarkan kata-katanya itu, tapi ini seharusnya jadi momen gw nyemangatin dia kan? Ah…tapi itu bukan gaya gw, gw keceplosan bilang, “Emang!” dengan tegas dan yakin sampai akhirnya gw berakhir di blog, entah mau ngapain.
Ngedengerin dia curhat kayak gitu, jujur saja gw juga sedih dengerinnya. Tapi gw bisa berbuat apa? Toh kejadiannya sudah lewat.
Dia juga pacaran selama itu masa nggak merasa ada yang aneh…? Curiga juga nggak..

Gw pernah baca artikel, putus hubungan adalah momen yang benar-benar sulit untuk dilewati karena antara badan dan pikiran bekerja berlawanan. Dan, semakin sering kita merasakan fenomena itu, semakin besar kemungkinan kita akan ketagihan.
Efeknya hampir sama dengan efek pemakaian narkoba. Kita jadi ketagihan dengan cinta.
Makanya gw nggak heran deh tuh dengan banyaknya kasus playboy dan playgirl.
Sebenarnya sih saran gw, jangan dimulai kalau nggak tahu cara berhenti..
Dan kasihan orang-orang polos seperti temen gw ini yang sebenarnya masih lugu dan nggak seharusnya ngerasain perasaan ini.

Oh well…

Advertisements

About BrokenInfinity8

There's no 'forever'... The infinite is already broken. View all posts by BrokenInfinity8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: