Lowering Your Expectation

Gw memang bukan penulis yang produktif, melihat timeline gw yang males-malesan..
Tapi mungkin ini saatnya gw menyapa orang-orang yang gw nggak kenal di luar sana, yang mungkin dengan sialnya pada waktu yang nggak terduga nemuin blog gw dan malamnya kena mimpi buruk…
Ok, gw nggak nyumpahin… 😐

Gw habis diskusi dengan teman beberapa waktu yang lalu..
Ngomongin masalah espektasi atau harapan, atau keinginan, atau tujuan yang ingin dicapai. Ya, semacam itulah..

Semua manusia yang hidup mengerjakan kewajibannya (atau tidak) pasti memiliki keinginan. Baik yang berawal dari kebutuhan primer maupun sekunder dan tertier.
Bagaimanapun, pasti ada keinginan yang selalu tidak terpenuhi. Sudah sifat manusia bahwa mereka tidak pernah puas.
Tapi, harapan atau keinginan harusnya menjadi motivasi dalam melakukan sesuatu agar menjadi baik, semakin baik, dan menjadi semakin baik. Orang yang tidak bisa melakukan itu pasti hidupnya selalu tidak senang, tidak puas dan akhir nya bisa berakhir menjadi penyakit kejiwaan seperti depresi.

Gw nonton berita. Ada kasus seorang bapak yang membunuh anak dan istrinya sendiri. Dia dan istri bekerja sebagai buruh di perusahaan sawit. Gaji kurang lebih 3 juta perbulan. Dia punya anak (kalau nggak salah) 2 orang. Punya sandang dan papan yang disediakan PT tempat mereka bekerja.
Seandainya itu sudah mencukupi keinginan si bapak, seharusnya kejadian pembunuhan itu tidak perlu terjadi bukan?
Tapi, menurut wawancara dengan salah satu berita di tv swasta, alasan si bapak adalah, “Sebulan lagi, anak saya mau pesta khitan…”
Lantas berarti kebutuhan (dalam hal ini keuangan) masih menekan si bapak hingga depresi.
Yang masih bikin gw salut adalah dia akhirnya menyerahkan diri.. That’s nice..

Pikiran gw yang lain ketika melihat berita itu (dan yang sejenis dengan itu) adalah dimana peran pemerintah ketika melihat masih banyak buruh yang seperti dia, menderita karena alasan yang sama, dan membutuhkan perhatian lebih? Bukankah nanti akan ada banyak bom waktu di dalam hati parah buruh kecil itu? Mungkin akan terjadi lebih banyak lagi kejadian seperti itu?

Gw punya banyak keinginan yang nggak sebanding dengan kemampuan gw, baik secara finansial maupun moral.. Hal ini bisa terlihat dari kehidupan gw yang pas-pasan dan jadi jones hampir 25 tahun.
Tapi, gw sadar, itu bukan alasan yang tepat untuk menyambangi tali gantungan. Hidup gw masih panjang. Dan gw berikrar, semiskin-miskinnya hidup gw, gw harus bahagia.

Gw percaya, semakin banyak impian gw, semakin sulit jalan yang akan gw tempuh untuk mendapatkannya. Tapi, dengan menekan keinginan itu, mengubahnya jadi ‘to do list’, mungkin bisa menjadi penyemangat, lebih daripada perannya sebagai penghancur impian.

Lowering your expectation for something, will makes you happier in life….       -Me

Advertisements

About BrokenInfinity8

There's no 'forever'... The infinite is already broken. View all posts by BrokenInfinity8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: