Bipolar Disorder

Gw adalah seorang penderita kelainan jiwa bipolar (disorder).

Well, buat kalian yg gak tau, bipolar itu adalah kelainan mental yg membuat penderitanya sebentar merasa senang dan bahagia, dan di waktu lainnya (dalam waktu perubahan yg relatif singkat) menjadi sedih dan depresi sampai ingin bunuh diri.
Penderita bipolar akan mengalami perubahan mood nya cenderung ekstrem, dan itu bisa menjelaskan kenapa gw bisa keliatan happy, dan dalam waktu singkat bsa maki2 orang.
Berhubung gw udah menderita penyakit ini dari kecil (mungkin faktor keluarga; which is my parents seems not really care with me & beberapa trauma psikis lainnya), jadi udah banyak terapi yg gw coba, termasuk mencatat semua ttg perasaan gw, nulis blog, memantau waktu perubahan mood (mood swing) yg terjadi dalam waktu singkat (kurang dari 12 jam) sampai jangka panjang (24 jam sampai seminggu).
Tujuannya adalah supaya gw bisa ngontrol mood gw lagi, supaya gw nggak jadi gila.
Kebanyakan temen gw sih udah maklum dengan keadaan ini. Terutama sahabat2 gw yang tau persis gmn gw bisa maki2 orang dan tiba2 setelah itu ngajak makan atau seneng2 ke tempat karaoke, dsb.

Dan, kenapa sebenernya gw harus jelasin ttg Bipolar disorder ini?
Kemarin gw dateng ke sebuah rumah sakit di luar Jakarta dan iseng2 observasi ttg kelainan mental ini dan gmn tindakan yang diambil rs dengan adanya pasien yg ternyata jumlahnya sudah meningkat dari yg gw tau dulu.
50% dari jumlah pasien di rumah sakit ini yg dinyatakan bipolar adalah dari golongan remaja.
Beberapa diantaranya dirawat karena percobaan bunuh diri.
Gw nggak tau kemungkinan penderita yg miss-diagnosis dan ternyata mengidap skizofrenia, tapi menurut gw gejalanya mirip, jadi gw maklum. Hahahaha… 😀

Dari sumber yang gw baca, berikut ini pembagian tanda dan gejala berdasarkan tipe bipolarnya :

 

>> Tanda dan Gejala Mania
Gejala-gejala dari tahap mania bipolar disorder adalah sebagai berikut:

  1. Gembira berlebihan
  2. Mudah tersinggung sehingga mudah marah
  3. Merasa dirinya sangat penting
  4. Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain
  5. Penuh dengan ide baru
  6. Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya
  7. Seperti mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengar
  8. Nafsu seksual meningkat
  9. Menyusun rencana yang tidak masuk akal
  10. Sangat aktif dan bergerak sangat cepat
  11. Berbicara sangat cepat sehingga sukar dimengerti apa yang dibicarakan
  12. Menghamburkan uang
  13. Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan
  14. Merasa sangat mengenal orang lain
  15. Mudah melempar kritik terhadap orang lain
  16. Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari
  17. Sulit tidur
  18. Merasa sangat bersemangat, seakan-akan 1 hari tidak cukup 24 jam

 

 

>> Tanda dan Gejala Hypomania

Hypomania adalah bentuk kurang parah mania. Orang-orang dalam keadaan hypomanic merasa gembira, energik, dan produktif, tetapi mereka mampu meneruskan kehidupan mereka sehari-hari dan mereka tidak pernah kehilangan kontak dengan realitas. Untuk yang lain, mungkin tampak seolah-olah orang dengan hypomania hanyalah dalam suasana hati yang luar biasa baik. Namun, hypomania dapat menghasilkan keputusan yang buruk yang membahayakan hubungan, karier, dan reputasi. Selain itu, hypomania sering kali dapat “naik kelas” untuk mania penuh dan terkadang dapat diikuti oleh episode depresi besar.

Tahap hipomania mirip dengan mania. Perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami halusinasi dan delusi. Hipomania sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama dengan mania.Gejala-gejala dari tahap hipomania bipolar disorder adalah sebagai berikut:

  1. Bersemangat dan penuh energi, muncul kreativitas.
  2. Bersikap optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah.
  3. Penurunan kebutuhan untuk tidur.

 

 

 

>> Tanda dan Gejala Depresi Bipolar
Gejala-gejala dari tahap depresi bipolar disorder adalah sebagai berikut:

  1. Suasana hati yang murung dan perasaan sedih yang berkepanjangan
  2. Sering menangis atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas
  3. Kehilangan minat untuk melakukan sesuatu
  4. Tidak mampu merasakan kegembiraan
  5. Mudah letih, tak bergairah, tak bertenaga
  6. Sulit konsentrasi
  7. Merasa tak berguna dan putus asa
  8. Merasa bersalah dan berdosa
  9. Rendah diri dan kurang percaya diri
  10. Beranggapan masa depan suram dan pesimistis
  11. Berpikir untuk bunuh diri
  12. Hilang nafsu makan atau makan berlebihan
  13. Penurunan berat badan atau penambahan berat badan
  14. Sulit tidur, bangun tidur lebih awal, atau tidur berlebihan
  15. Mual, mulut kering, Susah BAB, dan terkadang diare
  16. Kehilangan gairah seksual
  17. Menghindari komunikasi dengan orang lain

Hampir semua penderita bipolar disorder mempunyai pikiran tentang bunuh diri dan 30% diantaranya berusaha untuk merealisasikan niat tersebut dengan berbagai cara.

 

 

 

>> Tanda dan Gejala Episode Campuran
Sebuah episode bipolar disorder campuran dari kedua fitur gejala mania atau hypomania dan depresi. Tanda-tanda umum episode campuran termasuk depresi dikombinasikan dengan agitasi, iritabilitas, kegelisahan, insomnia, distractibility, dan pikiran berlomba (Flight of idea). Kombinasi energi tinggi dan rendah membuat suasana hati (mood) penderita beresiko yang sangat tinggi untuk bunuh diri.

Dalam konteks bipolar disorder, episode campuran (mixed state) adalah suatu kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan.
Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlalu-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya.
Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya.
Hal itu terjadi bergantian dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat.
Alkohol, narkoba, dan obat-obat antipedresan sering dikonsumsi oleh penderita saat berada pada epiode ini.
Mixed state bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita bipolar disorder.
Pada episode ini, penderita paling banyak memiliki keinginan untuk bunuh diri karena kelelahan, putus asa, delusion, dan hallucination. Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri antara lain sebagai berikut:

  1. Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya.
  2. Memiliki pandangan pribadi tentang kematian.
  3. Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan alkohol.
  4. Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti; tagihan listrik, telepon.

Penderita yang mengalami gejala-gejala tersebut atau siapa saja yang mengetahuinya sebaiknya segera menelepon dokter atau ahli jiwa, jangan meninggalkan penderita sendirian, dan jauhkan benda-benda atau peralatan yang beresiko dapat membahayakan penderita atau orang-orang disekelilingnya.

 

***

Sebagai penderita Bipolar sejak usia dini, gw bakal ngejelasin gejala tahap mania bipolar ini sesuai apa yang gw rasain.
Awalnya yang gw tau, bokap dan kakek gw jg adalah penderita bipolar. Kakek gw meninggal bunuh diri. Sedangkan dari kecil, bokap gw adalah orang yg gila kerja dan sebagai pengusaha, gw bisa bilang ‘ide gila’nya sukses di dunia bisnis.
Dulu, gw selalu merasa gembira berlebihan dan ya, suka menghamburkan uang untuk rasa gembira karena gw ngerasa ada sesuatu yang ‘lebih’ dari rasa itu. Tapi, kadang di tengah hal yang gw lakukan, gw bisa berubah atau mendapat ide lain dengan hitungan detik (sampai menit) dan akan sulit menahan diri dalam melakukan hal yang baru tersebut. Gw (sangat) bisa menemukan rencana yang kadang cuma jail tapi gw akui kadang gak masuk akal dan kadang beresiko mencederai baik diri gw maupun orang di sekitar gw. Gw selalu kesulitan tidur karena selalu mengerjakan sesuatu, karena ide itu muncul nggak sesuai sikon. Malah kadang di tengah tidur gw bisa terbangun karena satu hal yang terus harus dikerjain.
Dan, kalau nggak dikerjain gw bisa cepet marah atau tersinggung (berubah jadi moody). Gw pernah ikut terapi bicara karena gw sering ngomong dengan kecepatan di atas rata2. Hal itu berkaitan dengan sulitnya orang memahami apa yg gw maksud dan juga mempersulit gw untuk menyampaikan apa yg gw pikirin.
Dan terakhir, gw nggak akan suka kalau ide gw dikerjakan tidak sesuai dengan yg gw inginkan (terkesan perfeksionis, pdhl sebenarnya nggak) dan jadi nggak puas lalu mengkritik orang lain.
Sebisa mungkin gw menghindari komunikasi dengan orang lain karena beberapa hal ketika gw dalam fase depresi. Gw pernah melakukan percobaan bunuh diri (waktu kasus ms. sophia).
Gw kesulitan fokus dan konsentrasi, like all the time…

Saat ini, seringnya gw berada dalam kondisi hypomania. Berkat orang2 di sekeliling gw yang selalu perhatian dengan ‘kebutuhan khusus’ gw ini. Meskipun kadang gw masih sering melakukan hal yang di luar akal sehat orang kebanyakan saat mengambil tindakan untuk satu kondisi yang sebenarnya dalam kategori normal.
Dokter dan terapis menganjurkan supaya gw tetap terjaga dalam kondisi hypomania karena ada sisi positif yang menguntungkan.
Supaya tetap stabil, ya ini yg gw lakukan, bikin catetan2 dan tulisan ttg apa yg gw rasain, pendapat gw, ide gw, dll.

In fact, penderita bipolar disorder ini sebenernya banyak positifnya. Mereka yang memang di dukung pasti punya jiwa berkarya yang lebih besar dibandingkan orang2 biasa. Jadi, penderita bipolar, seperti penderita kelainan mental lainnya itu harus di dukung dengan hati, bukan dengan kekerasan atau obat2an karena psikotropika itu biasanya malah memperburuk kondisi penderita. Pendekatan secara langsung bisa membuat penderita lebih nyaman (dan hal ini bisa compatible untuk penanganan segala jenis penyakit mental).

 

 

Tips lainnya untuk merawat dan membantu penderita bipolar disorder ini adalah sebagai berikut:

Sementara berurusan dengan bipolar disorder tidak selalu mudah, tidak harus menjalankan kehidupan Anda. Tetapi untuk sukses mengelola bipolar disorder, Anda harus membuat pilihan cerdas. gaya hidup Anda dan kebiasaan sehari-hari memiliki dampak yang signifikan terhadap suasana hati Anda. Baca terus untuk cara-cara untuk membantu diri Anda sendiri:

  1. Dapatkan pendidikan tentang cara mengatasi gangguan.
    Pelajari sebanyak yang Anda bisa tentang bipolar. Semakin banyak Anda tahu, semakin baik Anda akan berada dalam membantu pemulihan Anda sendiri.
  2. Jauhkan stress.
    Hindari stres tinggi dengan menjaga situasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup sehat, dan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.
  3. Mencari dukungan
    Sangat penting untuk memiliki orang yang dapat Anda berpaling untuk meminta bantuan dan dorongan. Cobalah bergabung dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan teman yang dipercaya.
  4. Buatlah pilihan yang sehat.
    Sehat tidur, makan, dan berolahraga kebiasaan dapat membantu menstabilkan suasana hati Anda. Menjaga jadwal tidur yang teratur sangat penting.
  5. Monitor suasana hati Anda.
    Melacak gejala Anda dan perhatikan tanda-tanda bahwa suasana hati Anda berayun di luar kendali sehingga Anda dapat menghentikan masalah sebelum dimulai.

Sumber : Wikipedia

Advertisements

About BrokenInfinity8

There's no 'forever'... The infinite is already broken. View all posts by BrokenInfinity8

12 responses to “Bipolar Disorder

  • Altair

    http://www.blackdoginstitute.org.au/public/bipolardisorder/self-test.cfm

    Ever try to use this test before? You’ll surprise with the result
    LOL

  • ratih tara

    hey salam kenal:) gw juga penderita bipolar. meskipun bukan dokter yg bilang,tp apa yg gw rasain memenuhi semua syarat bipolar yg gw baca di internet. haha sekarang gw lagi ada di eps hypomania.pdhl kira2 seminggu yg lalu pikiran masih ttg bunuh diri -_-
    seneng bgt rasanya ketemu sesama bipolar._. boleh ngobrol dan nanya2 lebih lanjut?kalo mau ngontak lo kemana ya?hehe

    • BrokenInfinity8

      Sebelum bener2 yakin mengenai kondisi lo, lebih baik kontek dokter atau psikiater for second opinion..
      Pikiran mau bunuh diri itu mungkin hanya sekedar depresi atau mungkin hal lain yg lebih parah. LOL
      But, if you think you’ve Bipolar, lo harus menangani nya dengan benar. Hahaha.. and you can contact me via twitter @brokeninfinity8
      i’m not always online but i’ll respond as soon as possible..

      cheers… 😀

  • shin

    kak, how come you came out about this? gue cuma blg sama temen2 gue klo gue ini moody. walau mereka bilang moodynya gue ekstrim banget. gue sering berpikir buat suicide, tp gue masih inget tuhan dan rasulnya. tapi yang paling gila pas lg manic, gue ngabisin tabungan gue. berasa duit gue banyak pdhl terbatas. dan yg bikin kesel cuma tidur 3-4 jam sehari. kebetulan ada temen yg psikiater, skrg gue diterapi ma dia. tapi masih suka suicidal thinking. gue takut kadang kak. takut lupa.

    • BrokenInfinity8

      Thanks for your comment.. 😀
      Well, my father and my grandpa was a bipolar too. So do i. i found it when i was teenager and a teacher on my school told me everything about it 🙂

      Kalau masalah takut lupa, itu lah yg sering gw bilang. Lo butuh temen dan orang2 di sekeliling lo yg bener2 ngerti ttg keadaan lo. Supaya ada mereka yang bisa selalu ingetin lo.
      Apalagi lo punya temen psikiater, buat gw itu udah dalam zona ‘aman’. So don’t worry..
      Try to write down every single thing you did on a diary every night. It can help you to control your bipolar.

      How old are you btw?

  • QuogannuaxNor

    Sew the two family members turned up recently, has also promised to” send some direct mail marketing in combination. applying for disability ibs and pregnancy ssi disability application
    social security disability qualifications ibs cookbook social security disability questions
    social security disability application form social security disability new york
    http://mihuerta.org

  • Karin

    Halo, saya baru didiagnosis bipolar di umur 42 tahun. Papa juga bipolar, tapi hak pernah didiagnosis, karna di keluarga sesuatu yg di luar ‘normal” itu aib.

    Awalnya saya udah mgerasa sda yg salah di diri saya, udah sensitif, cepet marah, kalo ambil keputusan pake perasaan bukan otak,sulit percaya sama org lain, tapi super kreatif sampe bisa gak tidur semaleman buat ngerjain ide yg lagi muncul sampai selesai, mudah deket sama org – makanya sukses kerja di customer service.

    Dampak dari bipolar saya, saya pindah2 kerja tiap 1-2 tahun katena sakit hati dari ucapan, perlakuan atasan atau rekan kerja. Keluarga dari saya kecil nganggep saya produk gagal – dihatapkan lahir laki2 soalnya – makanya tiap kesalahan kecil pun diblow up jadi trending topic dsm bully serumah berminggu2, berbulan2. Temen2 hanya dikit yg tahan dgn mood swing saya. Jadilah saya sendirian ngadepin depresi pasca brenti kerja, di antara berbagai ceramah dari berbagai pihak kemapa gak cati kerja dulu baru brenti kerja dll. Dan saya selalu end up habis2an sampai kerjaan baru dateng. Andai aja mrk ngerti betapa saya juga maunya gitu, tapi tiap kali dah sakit hati/ marah rasanya gak tertahan dan gak bisa fokus, semangat kerja turun drastis mendekati nol, gimana caranya bertahan 2-3 bulan lagi sampai kerjaan baru tiba? Lagian fisik ikutan sakit ini itu jadi harus cuti sakit.

    Sayangnya saya belum menemukan orang2 yg mengerti kondisi saya. Jadi saya pura2 normal aja di depab semua yg gak mau tau, gak mau ngerti. Percuma dijelasin, mrk akan berkelit dibalik alasan agama, kehormatan keluarga, alasan medis bahwa sakit mental itu = gila, sedangkan saya seem waras aja.

    Saat ini saya lagi mau gabung ke support group buat bipolar. Wish me luck.

    • BrokenInfinity8

      Hai Karin, kamu berani untuk mengambil keputusan seperti itu. Tapi di luar semua itu semua manusia memang nggak normal, karena “paranormal” memang cuma sedikit dan nggak semua orang bisa.. 🙂 *intermezo*
      Keluarga dengan segala keinginan mereka. Saya nggak ada keluarga dekat selain dua orang yg tinggal satu atap di rumah ini. Saya tau rasanya ditinggalkan orang2 terdekat karena satu dan lain hal (memang penyebab nya bukan cuma masalah mental ini).

      Well, mood swing saya bisa atasi dengan tulis diary. Atau catatan di laptop.
      Anytime i feel very happy or low, i write it down on my note or blog. It really helps me to understand and control my phase.

      Bipolar memang bisa dikatakan gila, tapi ringan.. nggak bisa memungkiri juga sih.. tapi carilah bantuan profesional.. support grup utk bipolar masih jarang di indonesia. Pasti ada, tp jarang.
      I really wish you a good luck… you can do it.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: