an Arrogant person

Gerimis nggak berenti dari tadi pagi 😐
Badan lagi nggak fit gara2 kemarin, gw langsung kena flu eskimo cuma gara2 gerimis manis.

Ok, let’s make it this way.
Yang namanya informasi itu bisa didapat dari siapa saja dan dari mana saja. Output nya tergantung bagaimana kita menerima dan memprosesnya. Tapi tahapan penerimaan informasi itu juga tergantung si pemberi informasi.
Mencari informan juga ada seninya, termasuk cara supaya dia buka data dan memberikannya pada kita.
Ada satu hal yang paling bikin gw males untuk ngadepinnya, yaitu ketika orang yang lagi gw ajak ngobrol mulai bicara dengan nada tinggi karena merasa lebih tau sesuatu dibandingkan gw. Rasanya agak tolol kalau kita tahu kebohongan seseorang yang sedang berbohong tepat dihadapan kita.

“Being arrogant is a proven way to inspire confidence within your self.”
— 
Bersikap arogan adalah cara yang terbukti ampuh untuk menaikan kepercayaan diri.
Tapi tetap nggak bagus kalau berlebihan.
Dulu gw juga melatih diri gw dengan cara itu. Menempatkan posisi gw lebih tinggi dari orang lain, dengan tujuan supaya gw dipandang serius. Punya muka baby face itu nggak selamanya menguntungkan.
Gw lebih sering nggak ‘dianggap setara’ dengan lawan bicara gw karena dikira lebih muda.
Susah banget numbuhin jenggot dan kumis adalah masalah lain yang gw hadapi.

Arogansi atau arogan adalah sikap. Biasanya dari orang dengan jabatan lebih tinggi ke orang yang jabatannya lebih rendah.
Biasanya berdampak negatif bila tidak sesuai tempat.

Gw lebih suka ‘bermain’ dengan orang arogan meskipun bawaannya suka kesel sendiri. Biasanya orang berubah sikap jadi arogan kalau dia sedang menutupi sesuatu. Perubahan sikap itu jelas memainkan peran dalam menyembunyikan rahasia.
Volume suara yang meninggi ikut membenarkan tebakan gw, biasanya…
Jenis informan yang kayak begini yang enak dibecandain.
Biasanya mereka suka lupa dengan apa yang sudah mereka bicarakan sebelumnya, dan mengulang pembicaraan yang sama dengan gaya yang sedikit berubah atau benar2 berubah.
Cuma ya itu, pembicaraannya jadi nggak enak dan gak jelas tujuannya. Bikin capek.

Sebagai pendengar setia, menurut gw mendengarkan orang arogan itu cuma bikin budek kuping.
Jadi, sebaiknya dihindari ya…
Menaikan kepercayaan diri bisa dilatih dengan sering2 latihan speech di depan kaca.
Itu lebih baik dari pada merendahkan derajat orang yang sedang diajak bicara. 🙂

Advertisements

About BrokenInfinity8

There's no 'forever'... The infinite is already broken. View all posts by BrokenInfinity8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: