My Review : World War Z

Gw baru nonton World War Z nih critanya.. Nggak ada maksud bwt bikin spoiler 😀
Malem jumat gw sendirian nggak ada kerjaan, jadi daripada pulang ke kostan gw lebih milih nonton.
Pilihannya ada Man of Steel, World War Z, filmnya maudy ayunda, dll. Tapi pilihan gw jatuh pada WWZ.

Another zombie movie.

Maybe some of you knows that i hate horror movie. And yes, i hate ghost, but zombies are not ghost. They’re a creature made from a virus. Any virus. Deadly. And sure is a biological weapon.
It’s just, will be very hard to create a very controllable zombies for biological weapon, right?
But, still not impossible…

But if i should compare this movie to Resident Evil, I am Legend or other zombie’s movie, i can tell, i like this one.

Beberapa point penting dari film ini yang jadi nilai plus bwt gw, antara lain:

  1. In this movie, zombies are interested to sound.
    Dijelaskan dari awal kalau zombie nya tertarik dengan suara, so don’t make any noise!
    Nggak kayak film zombie lainnya yang nggak jelas zombie nya tertarik sama apa, jadi susah dihindari.
  2. Zombie adalah manusia yang terpapar virus. Bukan kerasukan setan. Dan ada kemungkinan untuk dibuat anti virusnya 🙂
  3. Disebutkan satu kali dibagian akhir film bahwa, sebisa mungkin jangan membunuh zombie. Kenapa?
    Karena kalau 1 zombie dibunuh, itu akan memancing zombie lainnya jadi lebih brutal.
  4. Karena belum ditemukan obatnya, kalau bisa carilah tempat bersembunyi.
  5. Penularan virus ini melalui gigitan. Jangan sampai tergigit!
  6. Di daerah dingin, pergerakan zombie agak lebih lambat.

Ada satu scene di film ini yang kayaknya mirip sama latar film RE, dan ya, itu cuma untuk membangkitkan suasana aja sih menurut gw. Nggak ada satu adegan khusus yang jadi favorite gw, tapi lumayan. Tapi, gw rasa adegan Fasbach nembak diri sendiri di Kamp Korea Selatan itu adalah alasan bagus bwt gw berdiri angkat topi.
Dari situ gw mulai yakin Gerry bakal jadi the one and only hero of this movie. Yang lain cuma pembantu. Wkwkwk..
Overall menyamakan kedudukan dengan film REC pertama.
Karena gw tetap dengan kepercayaan kalau zombie itu bukan setan, so big NO untuk REC 3!!

Point penting lainnya di film ini adalah tetep bantu sesama dengan segala yg kita punya kalau terjadi hal yang kita nggak inginkan seperti ini. No matter what’s your religion, your nation, just help each other!

Tapi ada juga scene yang gak terlalu gw suka.
Bagian waktu Gerry smp di Jerusalem. Gw nggak yakin dengan nyanyian apa yang dinyanyikan rame2 di posisi itu, cuma yang gw liat awalnya yang nyanyi org Jews, (not to become a racist), terus akhirnya ada cw berkerudung ikutan nyanyi.
Setelah itu, sesuai dengan fakta zombie di film ini tertarik dengan suara, mereka jadi brutal dan berhasil masuk ke dalam dinding itu.

Film ini jauh terasa lebih real dibandingkan dengan RE meskipun RE udah sampe jilid kesekian, karena mereka cuma fokus di umbrella corp dan si alice.
Dengan cuma 1 film, WWZ bisa mengangkat tema zombie dengan nyata (meskipun gw nggak tau apa yang bakal gw lakukan kalau sampe wabah ini terjadi). Cuma kekurangannya adalah peran si Gerry jadi kayak manusia super yang beruntung beruntun. Entah mungkin tujuannya untuk mempersingkat jalan cerita yang ada.
Family is everything…
Terakhir, setelah si Gerry pulang, Segen dan Thomas akhirnya jadi bagian dari keluarga Lane 🙂

Last but not least, i wanna say, gw sama sekali nggak kecewa nonton film ini… 😛

Advertisements

About BrokenInfinity8

There's no 'forever'... The infinite is already broken. View all posts by BrokenInfinity8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: