Kepribadian Sosial Media

Ada yang bilang gw bener2 beda di dunia nyata dan dunia maya. Sebenernya sih gw lebih suka dunia avrill daripada maya, tapi apa boleh buat?? 😀
Beberapa temen kantor gw bahkan nggak ngenalin gw padahal mereka udah bales mention di twitter.
Lucu memang mengingat adanya fenomena pribadi sosmed.
Mungkin buat yang belum pernah tau, pribadi sosmed atau sosial media adalah kepribadian yang unik. Hanya muncul ketika berinteraksi lewat sosial media.

Menjamurnya sosial media di kalangan anak muda membuat mereka kurang lebih melupakan sosialisasi dunia nyata. Facebook, twitter, instagram, Myspace, dll merupakan berkurangnya sosialisasi tatap muka.
Orang jadi terkesan mengumbar kehidupan pribadi nya melalui sosmed.
Tiap jam, tiap menit, tiap detik update status.
“Mau bobo nih….”
“Baru bangun…!!”
“Berangkat kerja, males ya?? Mendung mau ujan…”
~ Oh ya, and i don’t give a single fuck….!
Pengin di unfollow tapi temen sendiri, mau di block kesannya gimana banget, tapi itulah alay sosmed.
Itu yang di twitter.
Belum lagi yang tiap jam update status facebook.
“Hufff…. ujan terus, gak bisa malmingan sm ayakqu…. ” dan bla bla bla…
atau ada yang perang di twitter, bales2 mention-an dan di facebook, komen2an.
Atau di BBM, kerjaannya nge-broadcast.
“….kalau nggak diterusin kamu bisa dapat sial lho. Aku sih nggak mau sial…”
Halloooo… manusia purba!! ini jaman modern. Teknologi bukan untuk hal2 yang begitu. Pantes aja sampe sekarang belum ada mobil terbang. Otaknya nggak pada di pake.

Gw rasa kepribadian sosmed ini juga udah bisa masuk kategori sakit jiwa juga.
Orang2 yang nggak bisa dapat perhatian di dunia nyata ngerasa lebih nyaman dengan dunia maya, yang sebenarnya nggak ada.
Interaksi yang seharusnya dilakukan di dunia nyata malah dilakukan melalui sosial media yang berdampak buruk pada berkurangnya sensibilitas orang terhadap body language atau bahasa tubuh seseorang ketika sedang berkomunikasi.
Kalau status nya gak ada yang nge-like atau kasih komen, langsung deh depresi.
Atau ada juga orang yang tiap saat update status ttg kehidupan pribadinya. Trus marah ketika di komen yang nggak2.
Well, kalau nggak mau di komen orang, gak seharusnya jg lo umbar kehidupan lo di sosial media, di tempat semua orang bebas baca…

Kepribadian sosmed ini menyerang hampir 90% remaja usia SMP sampai perguruan tinggi.

Kecanduan sosial media ini buruk untuk perkembangan psikologi mereka, sehingga seharusnya bisa jadi perhatian lebih untuk para orang tua.
Meskipun susah sih memang, mengingat banyak juga orang tua yang lebih parah kecanduan sosmed.

Sekali-sekali, boleh lah offline dan mampir ke dunia nyata.
Kembali ke fitrahnya sebagai manusia yang makhluk sosial 😀 Wkwkwk…

Advertisements

About BrokenInfinity8

There's no 'forever'... The infinite is already broken. View all posts by BrokenInfinity8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: