My beautiful Sin

Can you ever imagine that you know you’re doing a sin but you keep doing that because in fact, you enjoy it and feel comfortable with that??
For example, you’ve build this wall between your father because you know you’ve bad experience with him (maybe he beats you once in a while when he is drunk or else), and when he said sorry, you keep make a distance to keep you comfort…
Contoh lainnya mungkin lo tau mandi 2 hari sekali itu buruk untuk kesehatan, tapi demi untuk kenyamanan lo sendiri dan tentunya penghematan, lo tetap melakukan hal itu?
Well, ya.. it’s a beautiful sin.. 😛

Konsep beautiful sin ini beda banget ya sama yang diucapin socrates… Wkwkwk… Shht…. this is my lil’secret…

Berhubungan dengan beautiful sin yg lagi dibahas, sebenernya ada rasa yang pengin banget gw ucapin ke bokap gw mengingat masa kecil gw yang agak terombang-ambing akibat doi juga.
Kemarin gw sempet nerima email dari  doi, nanyain kabar gw, gmn hidup gw, gmn makan gw sehari2…
Gw nggak ngerti dengan sikapnya yang angin2an ini.. kadang susah banget dihubungin, eh…kadang2 doi dateng sendiri tanpa angin dan ujan badai…
Gw seneng2 aja baca emailnya. Terlebih kalo boleh sedikit lebay, gw pengin bilang gw deg2an…
My heart is beating so fast like when i read a text from my crush… *which i don’t have one* Hubungan antara anak dan bapak yang sedikit aneh ini sebenernya justru hampir hilang dari diri gw. Dia yang notabene adalah bokap gw, statusnya gak lebih dari sekedar orang asing yang ya… asing…

Dulu, gw dan bokap sebenernya sempet deket banget… Dia yang ngenalin gw sama buku, petualangan dan dunia yang luas. Tapi, nggak lama setelah usaha bokap dan kakek gw stabil, dia menghilang lagi sesukanya.
Bahkan nyokap gw aja, yang teramat sayang sama dia sampe kayak kejar2an estafet sama bayangannya. Kadang bisa ketemu, kadang nggak…
Dari situ gw mulai ngebangun tembok pemisah antara gw dan bokap. Dan memang rasa asing itu tumbuh dengan sendirinya.
Bahkan di saat2 seperti ini, di saat gw nggak nyangka bakal dapet email dari dia, gw tetap berusaha semaksimal mungkin menempatkan dia di posisi bahwa dia asing dan gak lebih dari sekedar teman jauh yang nggak terlalu gw peduliin. Ini cuma untuk menjaga sisi emosional gw dan pastinya meng’aman’kan zona nyaman gw. Gw nggak pengin lagi dunia gw terganggu dengan pikiran2 kayak: dimana dia, gmn kabarnya… Buktinya dia aja cuek sama gw… Email yang cuma skali atau dua kali setaun itu cuma kayak kertas tagihan kartu kredit. Bisa ngebuat gw nyengir sebentar tapi kemudian berlalu aja.

Gw juga gak pengin berusaha nyari dia kayak dulu.
Gw nggak mau hopeless di tengah jalan kayak pangeran yang terbuang.
Gw mau ngejalanin hidup gw sebagaimana yang gw pilih sekarang, sementara dia hidup di dunia lain yang seperti bayang2.

Ini mungkin kesalahan gw karena gw bukan anak yang baik, tapi itu juga kesalahan dia karena dia bukan ayah yang baik.
Well,
I love you, dad…

Advertisements

About BrokenInfinity8

There's no 'forever'... The infinite is already broken. View all posts by BrokenInfinity8

2 responses to “My beautiful Sin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: