My Left-Handed Friend

What’s up bro and sis??

Gw mau cerita nih…
Ada temen gw yang sampe tahun 2013 mau abis ini gagal terus ujian sim mobilnya..
Tu orang nggak beres, kagok kanan-kiri, padahal udah dibilang, alah bisa karena biasa..
Alasan gagal nya sih simple, dia kidal

Di beberapa negara di Eropa dan Amerika, kita tahu pengemudi mobil adanya di sebelah kiri, bukan kanan..
Hal ini menyebabkan orang2 yang terbiasa dengan keadaan itu, sulit membiasakan diri mengemudi di Indonesia dan negara2 dengan posisi supir di kanan.
Ceritanya, temen gw ini emang bule tulen asal Belgia dan di negaranya sana, dia nyetir di kiri dan pake lajur kanan (kebalikan dari di negara kita). Dia sebenernya pengemudi yg cukup handal (di negaranya 😀 ). Tapi, karena masalah orientasi arah, kebiasaan, dan butuh sim untuk mengemudi di daerah Jakarta, gw dan beberapa orang menganjurkan dia ikut sekolah mengemudi.
Sejak 2 bulan lalu, dia ikut sekolah mengemudi, dan untuk progress nya dia udah berkali2 hampir nabrak orang, nabrak mobil dan beberapa hal yang memalukan lainnya.
Selain emang ganti setir jadi di sebelah kanan, gw garis bawahi juga kalau dia itu kidal. Jadi, masalah ini jauh lebih penting ternyata kalau sudah menyangkut masalah hidup mati. LOL

Kidal atau nggak sebenarnya itu hanya masalah orientasi.
Kita juga nggak bisa menyalahkan orang kidal kecelakaan karena memakai produk yang memang di desain untuk pengguna tangan kanan kan?
Tapi, pengguna tangan kanan juga gak bisa meminoritaskan orang2 kidal.. mereka juga manusia..
Wkwkwkwk…
Solusinya?
Mudah aja, banyak cara untuk menyiasati kerja otak dominan.. Salah satunya gw kutip dr  laman web berikut:

Raymond Dart mengatakan bahwa kalau kita sering menggunakan dua anggota tubuh secara seimbang berarti kita telah menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan otak kanan. Ia mengumukakan bahwa kordinasi dua sisi tubuh akan meningkatkan kesatuan dan keseimbangan penggunaan kedua belahan otak. Ini dapat dilakukan dengan latihan sederhana sbagai berikut:
  • Menyilang secara terbalik: bersedekaplah dan bersila dengan cara yang terbalik dari kebiasaan kita.
  • Gunakan tangan yang tidak sering kita gunakan
  • Menulislah dengan menggunakan tangan yang tidak biasa digunakan untuk menulis
  • Cobalah menulis atau menggambar dengan kedua tangan secara serempak
  • Cobalah menulis di depan cermin
  • Cobalah melakukan senam ringan dengan sentuhan silang

Setelah melakukan perubahan kebiasaan, selanjutnya tinggal masalah waktu…
Bisa berubah atau tidak itu dasarnya dari keinginan dalam hati.
Right? 😀

Advertisements

About BrokenInfinity8

There's no 'forever'... The infinite is already broken. View all posts by BrokenInfinity8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: