Salju di Mesir

God, you know i didn’t always trust you. But, i know you know it too, sometimes, people like me really need someone to talk to.
And, ya.. I don’t always talk to you. But, this time, please, hear me.
I just want to sleep tonight and get up early in the morning. So, i can do my noon job. Please let me sleep?!
Will ya…..?

Guys, insomnia atau gangguan waktu tidur bisa membuat penyakit kejiwaan semakin parah.
Saran gw, sebagai penderita bipolar, aturlah jadwal tidur lo sebaik2nya. Jangan suka maksain begadang, atau nonton bola tengah malem, apalagi kalau lo lagi dalam keadaan nggak stabil.
Penyakit kejiwaan bisa timbul atau makin parah akibat pola tidur yang bergeser maupun berubah. Dan, efek bahaya nya itu serius!
Kenapa serius? Karena, berubahnya pola tidur juga akan mengakibatkan berubahnya kerja sistem syaraf di otak yang notabene sudah terganggu dengan penyakit kejiwaan yang penderita bipolar punya.
Hal ini akan berakibat pada sulitnya penyembuhan atau terapi yang sedang dilakukan pada penderita.
Jadi, sebaiknya, memaksakan tidur itu adalah opsi yang paling baik untuk menjaga pola tidur yang tetap seimbang.

 

Next, gw bukan mau bahas masalah bipolar, tidur atau penyakit kejiwaan lainnya.
Kali ini gw pengin ngebahas sesuatu yang ajaib menurut gw.
Setelah lebih dari 100 tahun dengan iklim yang panas, Egypt atau Mesir kini mengalami musim salju kembali.
Israel, Palestina, dan seluruh daerah panas itu mengalami hujan salju!
Ini adalah bukti nyata perubahan iklim di dunia.

snowman

 

Mungkin beberapa diantara kita tahu tentang hujan salju dan menganggap ini hal biasa, terutama orang Canada (yang salah satunya masih numpang tinggal di kostan gw smp seminggu setelah tahun baru).
Tapi, kita sama2 tahu kalau negara Mesir mempunyai iklim panas yang boleh dikatakan sinar mataharinya menyengat di kulit.
Salju bukanlah hal yang biasa-biasa saja, melainkan luar biasa.
Dengan record selama lebih dari 100 tahun tidak mengalami musim salju, kedatangan si putih ini boleh dibilang cukup mengagetkan warga yang terbiasa dengan hawa panas di sana saat siang hari.

 

 

slide_329566_3224286_free

 

Hal lain yang menarik menurut gw adalah adanya tulah Mesir (bahasa Ibrani:  מכות מצריםMakot Mitzrayim), atau Sepuluh Tulah (bahasa Ibrani: עשר המכותEser Ha-Makot), yaitu sepuluh bencana yang didatangkan oleh Tuhan untuk bangsa Mesir sebagaimana dikisahkan dalam kitab keluaran pasal 7 – 12, untuk meyakinkan Firaun agar membebaskan bangsa Israel dari perbudakan dan pergi ke tanah Kanaan.
Tulah2 itu juga sebagai hukuman “kepada semua allah (dewa) di Mesir.”
Tulah2 ini juga disebutkan dalam Al-Qur’an (7, 133 – 136).

Kesepuluh tulah tersebut, sesuai urutannya di dalam Alkitab, adalah:

  1. Keluaran (7:14-25) sungai dan semua sumber air berubah menjadi darah hingga menewaskan ikan-ikan dan semua kehidupan air lainnya. (bahasa Ibrani: דָםDam)
  2. (Keluaran 7:26-8:11) binatang-binatang amfibi (biasanya diyakini sebagai katak) (bahasa Ibrani: צְּפַרְדֵּעַTsfardeia)
  3. (Keluaran 8:12-15) nyamuk (bahasa Ibrani: כִּנִּיםKinim)
  4. (Keluaran 8:16-28) lalat pikat (bahasa Ibrani: עָרוֹבArov)
  5. (Keluaran 9:1-7) penyakit (sampar) pada ternak (bahasa Ibrani: דֶּבֶרDever)
  6. (Keluaran 9:8-12) barah yang tidak dapat disembuhkan (bahasa Ibrani: שְׁחִיןSy’khin)
  7. (Keluaran 9:13-35) hujan es bercampur api (bahasa Ibrani: בָּרָדBarad)
  8. (Keluaran 10:1-20) belalang (bahasa Ibrani: אַרְבֶּהArbeh)
  9. (Keluaran 10:21-29) kegelapan (bahasa Ibrani: חוֹשֶךKhosyekh)
  10. (Keluaran 11:1-12:36) kematian anak-anak sulung dari semua keluarga Mesir. (bahasa Ibrani: מַכַּת בְּכוֹרוֹתMakat Bekhorot)

Pada point ke-7 disebutkan hujan es yang bercampur api.

Sebelum tulah keenam berakhir, Tuhan sudah menyuruh Musa mengumumkan kepada Firaun tentang tulah ketujuh. Tulah yang ketujuh adalah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di antara es tersebut. Tuhan memberi peringatan kepada Firaun untuk menyelamatkan atau mengamankan semua orang dan ternak, sebab semua yang ada di padang pada saat tulah ini terjadi, pastilah mati. Musa melakukannya dengan mengulurkan tangannya ke langit. Seperti sebelumnya, hanya di tanah Gosyen yang tidak ditimpa oleh hujan es ini.

Tulah ini dimaksudkan sebagai hukuman yang dashyat atas Mesir. Di Alkitab, hujan es bercampur api ini digambarkan dengan kata-kata “terlalu dashyat” dan “seperti yang belum pernah terjadi”.

Tulah itu berhenti atas permintaan Firaun kepada Musa. Firaun bahkan mengakui kesalahannya dan bersedia untuk menghentikan hujan es itu. Namun setelah Musa mengulurkan tangannya ke langit dan hujan es itu berhenti, maka sekali lagi Firaun melanggar janjinya.

 

Lain lagi kalau menurut science.
Badan Meteorologi Otoritas Mesir memperingatkan, cuaca yang tidak biasa itu kemungkinan akan mengubah suhu di Kairo menjadi antara 5-15 derajat Celcius.
Banyak penduduk lokal yang mengaku ini adalah moment pertama mereka melihat salju.
Mungkin ini akan menjadi lanjutan perubahan iklim global yang tentunya secara tidak langsung berdampak mengerikan.

Kita hanya bisa berharap perubahan iklim tidak terlalu ekstrem sehingga kita bisa meyakinkan diri jaman es selanjutnya belum akan datang..
Tapi bolehlah sedikit berharap salju datang di Indonesia… 😀

Cheers…. Live in peace! 😀

 

Sumber :
Snow in Egypt for the First 100 years
Tulah Mesir
SINDOnews

Advertisements

About BrokenInfinity8

There's no 'forever'... The infinite is already broken. View all posts by BrokenInfinity8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: