LGBT Issue

Well, today i wanna talk about LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender)…

LGBT flag

 

Kemarin ada seorang teman yang berbicara ttg same sex marriage yang lagi panas-panasnya dibicarakan di luar negri.
Dia bukan seorang gay, dia laki-laki normal biasa yang punya pandangan luar biasa terhadap kebebasan memilih pasangan.
Dan, harus gw akui, gw menghormati orang seperti dia..

Dalam pembicaraan sesama rekan kerja, temen gw ada yang bercerita ttg seorang kerabatnya yang akhirnya hijrah ke luar negri untuk men-sah-kan pernikahannya dengan pasangan laki-lakinya.

“Di luar sana sekarang udah bebas ya nikah sesama jenis…” kata Y.

“Kan cuma di beberapa negara dan negara bagian doang? Setau gw sih,” kata Z.

Gw cuma nyimak karena nggak begitu ngikutin ttg masalah ini.

“Iya.. nggak disetiap negara, cuma beberapa negara dan negara bagian doang. Itu juga cuma di negara2 yang mayoritas kristen kali.. Nggak mungkin Indonesia atau negara di Asia bakal begitu?” kata M.

“Tetep aja gw nggak setuju kalo ada pernikahan sesama jenis. Udah jelas2 dilarang agama. Pada bandel aja. Udah gtu gw kasian sama anak2 yang diangkat sama pasangan gay atau lesbi. Kasian kalo mereka ditanya, mana ayah/ibunya, trus mereka cuma punya 2 ayah atau 2 ibu. Kesannya kayak dipaksa tumbuh jadi gay/lesbi jg dari kecil… Sayang kan?!” kata Z nambahin.

Tapi, terus tiba2 si M, temen gw ini ngomong begini…
“Nggak semua anak yang diadopsi oleh pasangan LGBT juga jadi punya kecendrungan yang sama dengan orang tua angkatnya itu. Mereka juga punya kesempatan tumbuh jadi anak yang normal. Masalah ayah atau ibu, itu bisa dijelaskan pelan-pelan, apalagi kalau memang di negara yang sudah me-legal-kan urusan begitu. Masalah paksaan, mereka nggak dipaksa. Kecuali mereka di doktrin oleh orang tuanya, dan itu adalah pelecehan yang kemungkinannya kecil terjadi. Kalau lo bisa nyebut anak adopsi pasangan LGBT itu menerima paksaan untuk menjadi sama seperti orang tuanya, apa bedanya dengan kita yang menerima agama kita bahkan sebelum kita dilahirkan? Masalah agama, apa lo bebas memilih? Dari sebelum lo lahir, agama lo udah di tentukan orang tua lo.. Itu lebih menjurus ke paksaan kalau menurut gw…”

Dan tiba2 ruangan hening. Mungkin semua sibuk dengan pikiran masing2, termasuk gw…

Jujur aja gw membenarkan perkataan si M ini.
Sekali pun gw bukan gay, gw berpikir kata2 si M ini masuk akal dan nggak salah. Toh ini masalah kebebasan.

Dan dimana-mana, setiap hal baik yang benar atau salah, pasti ada pro dan kontra nya.
Perkembangan psikologis anak mungkin bisa terganggu karena kedua orang tuanya laki2 atau perempuan, tapi dengan komunikasi antar anak dan orangtua, semua itu bisa dicari solusinya.

Selama ada batasan norma yang menjaga, gw yakin semua baik saja terlepas dari campuran orang tua yang ingin memiliki anak.
Gw yakin pasangan LGBT itu pasti akan lebih komit menjaga anak yang nggak mungkin mereka dapatkan dengan kenyataan bahwa mereka menikah dengan sesama jenis.

Well, itu komentar gw… Gimana menurut lo?
Kebebasan atau ketidakadilan?

Advertisements

About BrokenInfinity8

There's no 'forever'... The infinite is already broken. View all posts by BrokenInfinity8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: