Pisau Tanah

Minggu sore gw lagi rajin dan entah kenapa mau banget nyuci mobil di garasi.
Tetangga gw juga lagi rajin dan rame-rame sekeluarga bersihin taman. Mereka sekeluarga 4 orang, Bapak-Ibu sama dua orang anak perempuan. Dari yang bisa gw liat sih semuanya suka tanaman. Soalnya diantara rumah2 sekomplek kecil ini (mayoritas kost2an dan kontrakan), taman mereka paling rapi dan banyak pohon bunganya. Kadang kalo lagi banyak bunga potongnya, mereka suka ngasih ke gw dan temen2 di sini. Buat di pajang.

Well, lanjut..
Waktu kemarin sore mereka lagi beresin taman, ada beberapa pot berisi tanaman berbunga yang mereka pindahin ke pot yang lebih besar. Si bapak sama anaknya yang besar (namanya Ranti) beresin taman mereka yang mulai kayak semak belukar.
Sementara si ibu dan anaknya yang kecil (namanya Risa) kerja bakti sama pot-pot tanah liat yang gede-gede.
Akhirnya karena penasaran dengan obrolannya, (dan karena kemarin itu gw forever alone), gw nimbrung sama si bapaknya di taman. Mobil udah bersih, tapi badan gw masih bersih, jadi lah gw relawan bantu2 di taman kecil itu.

Risa cukup akrab sih sama gw dan (terutama) Anu, karena hobi kami sama… Baca komik dan buku.
Kalau kakaknya lebih akrab sama Christ, mungkin karena dia lebih cool sedikit dibandingkan gw.

Selesai dengan pot, Risa nyamperin gw yang lagi mindahin kayu-kayu hasil potongan dari pohon yang dipotong nyaris habis sama bapaknya.
Dia bilang, “Mas Sony emangnya nggak takut kotor?”
(FYI Risa ini masih SD kelas 4)
Gw jawab, “Nggak lah.. Mas seneng kok… 😀 Soalnya jauh dari rumah, jadi seneng juga bantuin kalian.”
Terus ibunya bilang, “Nanti malam, kalian semua ikut makan malam di sini aja. Semua kumpul kan?”
Sebagai anak kostan yang jarang makan makanan buatan rumah, gw yakin mata gw pasti langsung berbinar mendapat tawaran seperti itu.
Si bapak dari atas dahan pohon bilang, “Iya boleh tuh, Son.. Coba kamu hubungin Christ sama Anugrah, mereka bisa ikutan makan malam bareng nggak sama kita?”
Gw nurut dong, gw sms mereka berdua..
5 menit kemudian satu persatu udah kirim jawaban. And it’s definitely yes.. LOL 😀
Terus gw ngasih 2 jempol ke si bapak yang kemudian menginstruksikan si ibu untuk cepet2 rapihin kerjaannya, terus lanjut masak di dapur.

Ranti ikut ibunya masak sedangkan gw masih bertigaan sama si bapak dan Risa.

Nggak lama, kedengeran si bapak manggil Risa.
“Sa, tolong ambilin papa pisau tanah dong….!!”

Hening..

Muka Risa nyerengit.. Mungkin dia mikir.

Lah gw aja mikir..
Pisau tanah itu apa…

Nggak lama Risa ngambilin sesuatu dari kotak berkebun yang gw nggak bisa liat jelas apaan.
Si bapaknya jg langsung jongkok lagi di belakang tanaman rimbun.

Gw terus ngelanjutin nyapu daun-daun yang banyak berserakan di jalanan setapak dan taman itu.
Nggak sadar ada yang dilempar si bapak ke depan gw, gw tetep nyapu pakai sapu lidi, sampe akhirnya sapu gw mentok benda berkilauan silver gitu.

Setelah jelas.. ternyata itu sekop.. sekop tanah. SEKOP…!!

Gw ketawa sejadi-jadinya waktu liat tu sekop dan tersadar bahwa yang dimaksud si bapak dengan “pisau tanah” itu ya sekop…

Dan akhirnya gw jadi punya sesuatu untuk di bahas di acara makan malam bersama itu.. 😛
Ya…
Pisau tanah… 😀 😀
Wkwkwkwk..

Advertisements

About BrokenInfinity8

There's no 'forever'... The infinite is already broken. View all posts by BrokenInfinity8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: