My Problem as a Writer with Bipolar Disorder

Hi.. what a lovely evening, here in Jakarta.

Gw sebenernya lagi pusing mau ngapain, jadi gw memutuskan untuk (kembali lagi) ke blog dan menulis sesuatu.
I don’t give a fvck to people who hate me. Or anyone else that said, men shouldn’t have to write.
You wrong, and I like to write as much as like to read!

Sorry.

 

Setelah beberapa minggu ini gw sering ditanya soal Bipolar (yang tiba2 booming akibat kasus Marshanda dan Mr. Robin Williams), akhirnya gw pengin bertanya, gw udah lama menderita bipolar tapi kok belum seterkenal Marshanda? Wkwkwkwkwk..
Gw udah duluan kali. 😛
Apa gw kurang caper kali ya di sosial media?

Kali ini gw menegaskan, gw penderita.
Sekali lagi, tulisan2 di blog ini gw tulis berdasarkan pengalaman pribadi gw, dan studi gw sendiri dari literatur yang bisa gw temuin baik itu dari dokter, internet maupun buku tentang kesehatan.
Gw nggak pernah menyatakan diri gw ekspert ttg bipolar disorder, nggak juga pernah bilang kalau gw bisa mengobati. Karena di sini gw cuma sharing pengalaman gw. Please find help if you think you had Bipolar!
Bipolar itu nggak keren. Itu kelainan jiwa!
Bipolar itu sering miss-diagnosis, jadi cari second opinion ke dokter profesional, jangan ke laman internet.
Banyak teman2 gw dengan Bipolar yang jauh lebih kreatif yang berprofesi sebagai pelukis, penyair, dll dan mereka punya media masing-masing untuk berbagi.
Kalau gw, gw pilih media blog.

Rata-rata tulisan di blog ini, gw buat dari awal kata pertama sampai akhir ketika gw publish memakan waktu sekitar 2-3 jam.
I know that was a very long time for a simple and meaningless post, but there’s a struggle in it.

Menjadi penderita Bipolar (yang sudah) ringan sekarang ini memang tidak tampak seperti masalah besar. Tapi gw masih kesulitan mengatur mood gw, which is yang membuat gw masih dibilang belum sembuh. 😐
Gw bisa meninggalkan sebuah postingan di draft hampir seminggu sebelum akhirnya gw lanjutkan atau pindahkan ke ‘trash’. Kebanyakan memang berakhir di sana. Jarang ada yang bener-bener gw lanjutin kalau udah disimpen di draft.
Sedangkan postingan-postingan gantung yang terselamatkan biasanya butuh waktu paling lama 3 jam deh dari mulai gw berhenti di tengah-tengah sampai gw lanjut dan gw publish.

Ini bukan writer’s block. Bukan karena gw kehabisan ide untuk menulis. Man, you don’t know me.. I had a lot of idea. All the time. But controlling my mood? that’s the main problem.
Gw bisa tiba2 kesel sendiri, atau tiba2 nggak mood aja bahkan untuk nyentuh keyboard.

Tapi sebenarnya, hal yang paling ngebuat gw merasa terbantu adalah dengan menulis di blog ini.

Beberapa jam setelah mood gw ilang, gw (normalnya) akan ngebuka postingan draft gw itu.
Gw bakal ngebaca dari awal, mungkin sebenarnya kayak mencari jawaban apa sih sebenernya yang bikin gw kehilangan mood.
Nggak jarang gw sendiri bingung memikirkan hal tersebut ketika dalam keadaan normal.

Orang dengan bipolar kadang juga berjuang keras untuk menyembuhkan dirinya. Tapi, nggak sanggup dan butuh bantuan.

So, please help.. Don’t ask why.. Just help who need you!

Advertisements

About BrokenInfinity8

There's no 'forever'... The infinite is already broken. View all posts by BrokenInfinity8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: